Cuaca terik, rasa kantuk dan badan yang lelah membuat gejala PMS (premenstrual syndrome) yang saya alami beberapa hari belakangan ini semakin menjadi-jadi. My unstable hormone take control of my body and my logic-thinking. Semua yang terjadi hari itu terasa salah dan sangat menyebalkan. Diawali dengan terlambat makan siang yang menyebabkan sakit perut, lalu dilanjutkan lelucon beberapa teman dekat yang saya anggap sangat mengganggu, ditambah lagi dengan alamat website yang sedang saya butuhkan sedang tidak dapat dibuka, dan puncaknya adalah ketika rencana untuk pergi ke suatu tempat akhirnya tidak dapat terlaksana. Rasa kesal yang tidak dapat saya luapkan kepada siapapun (karena memang bukan salah siapa-siapa) akhirnya berakhir di tempat tidur. Deep sleep is my best escape!hehe,,
Ketika saya terbangun, dengan perasaan yang kurang lebih masih sama, sudah ada 2 pesan masuk di handphone saya. Salah satunya dari salah seorang teman dekat (bukan teman baik) yang merasa bersalah karena telah menggagalkan rencana pergi yang telah kami buat semalam akibat suatu perkataan yang ia lontarkan terhadap saya. Isi dari pesan masuk tersebut adalah bahwa ia telah meninggalkan sesuatu di depan pintu kamar kost saya. Rasa penasaran mendorong saya untuk melihat apa yang ia maksudkan tersebut. Ternyata ia meninggalkan kantong plastik berisi makanan-makanan ringan dan sebuah note. Di atas kertas itu tertulis "Cemilan manis+asin nih. Pops putihnya ga ada..hehe. Jgn uring-uringan lg donk?!? dimakan lhoo..". Jujur saya tersetuh dengan perlakuannya. Maka saya pun meng-sms dia untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan berbasa-basi. Walaupun hati saya tersentuh namun rasa kesal yang saya alami tadi siang belum juga hilang. Sekali lagi saya ingatkan,,ini akibat PMS!hehe,,
Beberapa saat kemudian terdengar ketukan di pintu kamar saya. Ternyata dia datang bersama teman dekat saya yang lainnya. Kami memang terbiasa menghabiskan waktu bertiga, namun selama ini saya hanya menganggap mereka berdua hanya sekedar teman dekat. Sementara teman saya yang satu merasa khawatir saya masih merasa marah terhadapnya, reaksi yang berbeda saya dapatkan dari teman saya yang lainnya. Ia datang dengan wajah ceria dengan membawakan majalah yang biasa saya beli setiap bulannya. Sangat terlihat mereka berdua berusaha menyenangkan hati saya. Lalu kami mengobrol sebentar lalu pergi makan malam. Dan keadaan pun kembali normal seperti biasa. Hal kecil namun menyentuh ini mengubah pandangan saya terhadap mereka berdua. Hari yang saya awali dengan bersungut-sungut pun berakhir dengan senyuman di wajah.
Saya merupakan orang yang mudah berteman dengan siapa saja, namun teman baik saya dapat dihitung dengan jari. Tidak mudah bagi saya untuk merasa dekat dan nyaman dengan seseorang. Hal tersebut memerlukan proses yang panjang. Saya percaya bahwa quality is much more important than quantity. Jadi apa gunanya punya banyak teman kalau sewaktu-waktu mereka bisa meninggalkan kehidupan kita begitu saja. Setelah kejadian sederhana diatas, sekarang saya bisa mengatakan bahwa I HAVE NEW BESTFRIENDS!! Untuk seseorang yang selalu marah dengan sebutan "my gay friend" dan seseorang yang merasa dirinya "bocah anarkis",,i just wanna say thank you so much for trying so hard to make me smile! love u both dear,,
Ketika saya terbangun, dengan perasaan yang kurang lebih masih sama, sudah ada 2 pesan masuk di handphone saya. Salah satunya dari salah seorang teman dekat (bukan teman baik) yang merasa bersalah karena telah menggagalkan rencana pergi yang telah kami buat semalam akibat suatu perkataan yang ia lontarkan terhadap saya. Isi dari pesan masuk tersebut adalah bahwa ia telah meninggalkan sesuatu di depan pintu kamar kost saya. Rasa penasaran mendorong saya untuk melihat apa yang ia maksudkan tersebut. Ternyata ia meninggalkan kantong plastik berisi makanan-makanan ringan dan sebuah note. Di atas kertas itu tertulis "Cemilan manis+asin nih. Pops putihnya ga ada..hehe. Jgn uring-uringan lg donk?!? dimakan lhoo..". Jujur saya tersetuh dengan perlakuannya. Maka saya pun meng-sms dia untuk sekedar mengucapkan terima kasih dan berbasa-basi. Walaupun hati saya tersentuh namun rasa kesal yang saya alami tadi siang belum juga hilang. Sekali lagi saya ingatkan,,ini akibat PMS!hehe,,
Beberapa saat kemudian terdengar ketukan di pintu kamar saya. Ternyata dia datang bersama teman dekat saya yang lainnya. Kami memang terbiasa menghabiskan waktu bertiga, namun selama ini saya hanya menganggap mereka berdua hanya sekedar teman dekat. Sementara teman saya yang satu merasa khawatir saya masih merasa marah terhadapnya, reaksi yang berbeda saya dapatkan dari teman saya yang lainnya. Ia datang dengan wajah ceria dengan membawakan majalah yang biasa saya beli setiap bulannya. Sangat terlihat mereka berdua berusaha menyenangkan hati saya. Lalu kami mengobrol sebentar lalu pergi makan malam. Dan keadaan pun kembali normal seperti biasa. Hal kecil namun menyentuh ini mengubah pandangan saya terhadap mereka berdua. Hari yang saya awali dengan bersungut-sungut pun berakhir dengan senyuman di wajah.
Saya merupakan orang yang mudah berteman dengan siapa saja, namun teman baik saya dapat dihitung dengan jari. Tidak mudah bagi saya untuk merasa dekat dan nyaman dengan seseorang. Hal tersebut memerlukan proses yang panjang. Saya percaya bahwa quality is much more important than quantity. Jadi apa gunanya punya banyak teman kalau sewaktu-waktu mereka bisa meninggalkan kehidupan kita begitu saja. Setelah kejadian sederhana diatas, sekarang saya bisa mengatakan bahwa I HAVE NEW BESTFRIENDS!! Untuk seseorang yang selalu marah dengan sebutan "my gay friend" dan seseorang yang merasa dirinya "bocah anarkis",,i just wanna say thank you so much for trying so hard to make me smile! love u both dear,,
